Bahagia

Apakah anda pernah merasakan bahagia? Tentu saja ia. Ketika rasa bahagia menghinggap dalam diri, seolah-olah tiada keinginan untuk melepaskannya. Karena kebahagiaan merupakan sebuah kenikmatan jiwa yang selalu didambakan manusia. Manusia melakukan aktifitas sehari-hari untuk mencari nafkah, mencari rizki di bumi Allah semata-mata karena ingin kebahagiaan. Kebahagiaan hanya ada dalam hati, dan kebahagiaan tidak dapat diukur dari banyaknya harta yang kita miliki.

Ketika berjalan di depan rumah orang kaya, dengan mobil mewah parkir di depan rumahnya mungkin saja tersirat dalam pikiran “betapa bahagianya orang itu, semua kebutuhan hidupnya tercukupi”. Namun, pernyataan seperti itu tidak selamanya benar. Mereka yang diberi titipan harta yang lebih bukan berarti mereka bahagia. Terkadang mereka yang teralalu asyik mengumpulkan harta benda, tidakl sempat merasakan harta yang mereka kumpulkan. Terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari, pagi-pagi berangkat kerja, pulang malam langsung tidur, bangun kerja lagi, seakan-akan harta telah memperbudak jalan hidupnya. Namun, bukan berarti semuanya begini, banyak juga orang yang kaya bahagia. Ini hanyalah sebagian gambaran yang pernah saya baca.

Ada sebuah cerita tentang Seorang pengusaha sukses di Amerika, dari usahanya sehari-hari dia memperoleh kekayaan yang lebih. Namun setelah umurnya menginjak lima puluh tahun, dia merasakan bahwa selama ini dia seperti dalam penjara. Yaitu Penjara pekerjaan, setiap hari yang dia rasakan hanyalah pikiran bagaimana besok pekerjaan saya bisa selesai dan memperoleh hasil yang banyak. Seakan-akan dia terbelenggu oleh duniawi. Tidak pernah dia merasakan kebahagiaan dari hartanya yang melimpah ruah. Oleh karenanya di masa yang sudah tua itu, dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan merasa benci dengan pekerjaannya itu, karena pekerjaannya hanya membelenggu kehidupannya.

Maaf, ceritanya agak ruwet. Intinya, harta bukanlah ukuran untuk kebahagiaan. Lahirnya sebuah kebahagiaan dari dalam hati yaitu ketika kita bisa mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita sekecil apapun itu. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bahagia. Amiin..

Filed Under: seputar hidup

Tags:

About the Author:

RSSComments (15)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Nice inspiration! Merasa cukup lebih tepat kiranya sebagai kaya yang sesungguhnya. Moga kita termasuk orang2 yang senantiasa bersyukur. Amin… :)

    #amiiin…….

    [Balas Coy]

  2. arkasala says:

    Terima kasih atas kunjungannya di blog saya.
    Salam kenal dulu. Insya Allah jika perbaikan sudah selesai saya segera pasang linknya termasuk di blog saya yang lain http://leysbook.com.
    Trims.
    Salam hangat selalu :)

    #salam kenal juga mas… terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini…:)

    [Balas Coy]

  3. Mengamankan posisi Pertamaxxx dulu hehehe

    #wah… pertamaxx dah diambil mas khery tuh mas… hehehe…:D

    [Balas Coy]

  4. arkasala says:

    wangkap komen saya kena tangkap akismet yah ?

    #nggak atuh bang… emang sebelumnya minta diapprove dulu.. :D

    [Balas Coy]

  5. wah setuju bgt dengan kalimat “harta bukan lah tolok ukur kebahagiaan”
    mantap. bahgia itu keseimbangan hidup.

    #Yups, kaya harta bukan berarti kaya hati… tapi orang yang beruntung adalah kaya harta tapi juga kaya hati..

    [Balas Coy]

  6. Tapi tetep bang, kaya harta dan taat beribadah adalah yang lebih bahagia. Hati tentrem, bisa bantu orang, dan bisa bagi2 buku gratis pada sahabat yang butuh atau ingin buku. ehehe…
    UNDANGAN buku gratis nih… Langsung meluncur ke TKP ya kalo berminat… :)

    #Bener bang, itulah orang yang beruntung. semoga saja semua orang kaya bisa begitu… :D

    [Balas Coy]

  7. Jaka says:

    Betul. bersabar dan tawakkal, bersyukur dan istiqomah, Insya Allah akan terus bahagia. Kita cuman ngajalanin apa yang telah ALLAH SWT skenario-kan :)

    #setuju…..

    [Balas Coy]

  8. uni says:

    bahagia selalu ada di hati ^_^, nice sekali sahabat ^_^

    #terima kasih mbak…

    [Balas Coy]

  9. nuun says:

    betul sekali, mas. Kdang satu keluarga sederhana, yg memilihi sepetak rumah di pinggir sawah lebih terlihat sangat bahagia dibanding dg penghuni rumah gedongan… oy, makasi dah mampir ke “rumah”

    #yang penting kan penghuninya kan mbak… hehehe… terima kasih juga mbak telah berkunjung balik di blog sederhana ini…

    [Balas Coy]

  10. bener mas, tapi harta butuh dicari, ntar gak bisa makan sehari-hari. hehe…
    .-= Hanif Ilham M´s last blog ..Akhir Tahun, Dosa, dan Harapan =-.

    #Yups… tapi jangan sampai diperbudak oleh harta… bukankah begitu?

    [Balas Coy]

  11. bahagia bisa berkunjung ke sini

    #bahagia juga rasanya mendapat kunjungan sampean… :D

    [Balas Coy]

  12. julie says:

    kebahagiaan hanya ada dalam diri kita tak terukur dengan uang dan harta
    salam kenal juga brother
    .-= julie´s last blog ..warna hari ini =-.

    #yang penting kan isi rumahnya kan mbak.. hehehe.. terima kasih telah berkunjung balik…

    [Balas Coy]

  13. Hairullah says:

    Harta bagaikan debu, kita hanya menggunakanya dan bukan untuk di gunakan dalam mencari arti kehidupan kita.. Salam kenal gan :D

    #setuju mas… salam kenal juga mas… terima kasih atas kunjungannya di blog sederhana ini.

    [Balas Coy]

  14. sumartono says:

    Lam kenal mas, senang sekali bisa mampir disini. Sukses selalu.
    .-= sumartono´s last blog ..Hasil pengamatan dua kegagalan pebisnis internet =-.

    #salam kenal juga mas… terima kasih atas kunjungannya…

    [Balas Coy]

  15. hpnugroho says:

    bahagia tidak tergantung dengan materi tetapi lebih berasal dari dalam diri …
    semakin kita bersyukur atas rizky yang di berikan, akan semakin menambah kebahagaian kita …

    selamat tahun baru , semoga sukses ..
    .-= hpnugroho´s last blog ..How we face 2010 =-.

    amiiin…. terima kasih kunjungan baliknya… :)

    [Balas Coy]

Leave a Reply