Falsafah Padi

padiTahukah anda dengan gambar di samping? Ya semua pasti sudah tahu crit.. Lalu apa maksudmu? OKB akan saya jelaskan sedikit saja. Itu adalah gambar padi yang mulai tua dan menguning.  Didalamnya terdapat biji beras yang sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai makanannya.  Lalu apakah maksud saya memberikan gambar padi tersebut pada postingan ini?

Sebenarnya tidak telalu muluk-muluk. Cuma tiba-tiba saya tertarik saja dengan tanaman satu ini. Saya tertarik pada jalan kehidupannya yang semakin tua semakin berisi dan semakin menunduk. Menunduk bukan berarti tak berarti, akan tetapi di dalamnya penuh isi dan berharga. Oleh karenanya sejenak saya berpikir dan sedikit mendapatkan gambaran jika dihubungkan dengan kehidupan manusia.

Terkadang, ketika manusia diberi sedikit kemampuan, kekayaan, kekuasaan dan ke..ke.. yang lainnya, seringkali terbesit dalam hati rasa gumede (sombong) baik secuil maupun berjuta cuil. Dimana-mana berkoar tentang kemampuan yang dimilikinya, memerkan apa yang dimilikinya, dsb.  Padahal tidak menutup kemungkinan, kemampuan tersebut hanya secuila saja. Dan seandainya tidak dapat mempertanggungjawabkan apa yang dikoarkan, sangat kelihatan sekali betapa dangkal, dan kopongnya si manusia ini. Pepatah bilang “air beriak tanda tak dalam”.

Namun akan berbeda dengan manusia yang benar-benar berisi dan benar-benar tahu. Biasanya orang seperti ini selalu rendah hati dan tidak suka mengumbar apa yang dimilikinya pada tempat yang bukan semestinya. Semakin pengetahuannya bertambah maka semakin menunduk laksana padi yang berisi . Ini bukan berarti orang seperti ini pelit atau hanya diam, akan tetapi dia sudah tahu dan pandai memposisikan diri dimana dia harus membeberkan apa yang diketahuinya.

Mudah-mudahan postingan yang hanya berisi 5 paragraf ini sobat-sobat bisa menangkap apa yang saya maksud.  Misalkan sobat mempunyai pandangan, tambahan, dan analisa lain tentang padi ini, silahkan ditulis sepuasnya di kotak komentar. Agar semakin lengkap dan bisa memberikan sedikit manfaat. “Tiada manusia yang sempurna, alangkah baiknya jika saling menyempurnakan, walaupun tak seutuhnya sempurna”.

sumber gambar:http://wildanm.files.wordpress.com/2009/08/butiran-padi.jpg

Filed Under: seputar hidupseputar omelanku

Tags:

About the Author:

RSSComments (40)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Erdien says:

    Pertamax kah?
    .-= Erdien´s last blog ..Jangan Basa-Basi!!! =-.

    [Balas Coy]

    sapta Reply:

    keduaxx kah?? :D

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @sapta, erdien, betul sekali.. wekekek.. :D

    [Balas Coy]

  2. Erdien says:

    Manusia memang tiada yang sempunra. Karenanya tak pantaslah seorang manusia menyobongkan diri. “Di atas langit masih ada langit” itu pepatah lama yang patut dipahami seorang manusia yang pengen hidup mulia.

    Ma’a Najah! :)
    .-= Erdien´s last blog ..Jangan Basa-Basi!!! =-.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @Erdien, yups.. semua diberi kekurangan dan kelebihan masing-masing.. :D

    [Balas Coy]

  3. sugeng says:

    sumprit crit, kirain dengan menampilkan gambar padi kamu akan berubah haluan mau jadi tukang borong padi (tukang tebas = padi belum menguning / mateng sudah dibeli dan diborong) eh…. ga tahunya :lol:
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan
    .-= sugeng´s last blog ..Pendek.in Aja Disini, Asli Indonesia =-.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @sugeng, rencananya sih larinya mau kesitu pak.. tapi kemarin saya tanya ke sumbawa masih belum panen.. makanya tak alihkan artikel ini.. hahahaha..

    [Balas Coy]

  4. anyin says:

    semoga saya bisa meniru padi

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @anyin, amiiin…

    [Balas Coy]

  5. Mr.o2n says:

    Sama saja dengan kaleng yang penuh isi kalo di pukul bunyinya tidak terlalu keras.
    Tapi kaleng yang kosong kalo di pukul pasti suaranya nyaring.
    Seperti itulah sebagian sifat manusia.(betul apa betul?

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @Mr.o2n, betul sekali.. semakin kosong, maka akan semakin keras bunyinya.. hehehe.. :D

    [Balas Coy]

  6. indra1082 says:

    Dizaman sekarang sulit sekali menemukan seseorang dengan karakter seperti itu.. ya pa… :)

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @indra1082, iya mas sulit juga.. semoga kita bisa menjadi diantara orang2 yang sulit ditemui itu. hehehe.. thanks ya..

    [Balas Coy]

  7. padi kan jadi nasi nasi jadi makanan kita kita jadi orang yang sukses ! wkwkwkwk

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @Arief Rizky Ramadhan, yo’i,orang sukses makan padi eh.. beras.. hehehe.. :D

    [Balas Coy]

  8. Saung Tani says:

    Ilmu padi kayaknya selalu relevan sampai kapanpun Mas.
    Salam kenal dan sukses selalu.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @Saung Tani, yups, akan relevan jika masih banyak orang yang mengamalkannya.. bukankah begitu mas? :D

    [Balas Coy]

  9. Kunjungan perdana Mas, saya tertarik dengan postingan anda tentang ilmu padi ini. Sebuah teladan dan panutan untuk generasi muda yang tak lekang dimakan jaman.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @Sugiana Hadisuwarto, siip… semoga teladan ini bisa diamalkan oleh kita semua.. amiin..
    trims atas kunjungannya…

    [Balas Coy]

  10. sapta says:

    betul. semoga saya bisa jmeniru sifat padi…ternyata banyak manfaat padi dari pada selain dimakan.. tentunya enak rasa jeruk bali. :mrgreen:

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @sapta, amiin… btw, saya malah belum pernah makan jeruk bali mas.. hehehe.. (katrok sekali saya ni..)
    thanks ya..

    [Balas Coy]

  11. JhezeR says:

    Alam takambang jadi guru

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    Yups… :D

    [Balas Coy]

  12. Darin says:

    Falsafah padi ini yang harusnya ada pada petinggi2 kita, makin berisi makin merunduk.
    Saya suka salut dengan orang2 yang memegang prinsip ini. Low profile tapi dapat diandalkan.
    .-= Darin´s last blog ..When The Sun Goes Down at Loro Sae Island (2) =-.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    yo’i mas.. seandainya para petinggi2 kita semuanya meniru padi ini, insyaallah tidak akan terjadi pertengkaran diantara mereka.. :D

    [Balas Coy]

  13. arkasala says:

    kalimat terakhir sangat menyejukkan dan mengingatkan. Terima kasih sekali.
    Salam hangat selalu :)

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    waduh.. masak sih mas.. padahal sukur nyeplos aja tuh.. hehehe..
    salam hangat kembali….

    [Balas Coy]

  14. arkasala says:

    wah komeng saya kena si aki mas :(

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @arkasala, sudah tak seneni satpame mas.. xixixix..

    [Balas Coy]

  15. wahh kalo ingat padi saya jadi ingat kampung saya sOb.,..
    wkwkwkwk,.
    .-= Ngeposting ni yee´s last blog ..Stop Terorisme =-.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    hihihi… sama sob.. ini juga saya nulis sambil ingat2 kampung.. :D

    [Balas Coy]

  16. fanz says:

    ya kita semua emang ga ada yang sempurna makanya ga boleh sombong :)
    .-= fanz´s last blog ..Pengalaman Bisnis Internet =-.

    [Balas Coy]

  17. dedekusn says:

    benar, sungguh artikel penuh makna, semoga kita bisa mengaplikasikannya.
    .-= dedekusn´s last blog ..Sengatan Listrik vs Burung =-.

    [Balas Coy]

  18. dedekusn says:

    Nambah dikit,
    “salam kenal”

    [Balas Coy]

  19. BENY KADIR says:

    Begitu pun dengan kepridian lainnya,makin tua,makin rendah hati.

    [Balas Coy]

  20. endar says:

    falsafah padi semakin berisi semakin merunduk memang bagus sekali. mengingatkan kita agar tidak sombong
    .-= endar´s last blog ..Bekasi Bersih Partisipasi Blogger =-.

    [Balas Coy]

  21. Mariska Ayu says:

    Mariska tahu kak, padi semakin tua semakin merunduk kan?

    [Balas Coy]

  22. Foto Unik says:

    Makin bermutu biasanya makin kalem Mas, salam kenal dari aku ya…
    .-= Foto Unik´s last blog ..Live Blogging Contest , SEO and the benefits for me as a marketer =-.

    [Balas Coy]

    arsumba Reply:

    @Foto Unik, salam kenal kembali…. biasanya begitu mas.. semakin berisi semakin lemah lembut.. hehehe.. thanks ya kunjungannya..

    [Balas Coy]

  23. bahasan yang menarik bos.. salam dari kota padi yang sawah penduduknya kini sedang kebanjiran

    [Balas Coy]

Leave a Reply